Contoh Khutbah Jumat | Berita Indonesia

Contoh Khutbah Jumat

Contoh Khutbah Jumat - Hari Jumat merupakan salah satu hari mulia dalam islam karena di hari ini Sholat dzuhur ditiadakan dan digantikan oleh Sholat Jumat ,namun bagi yang tidak sempat melaksanakan sholat Jumat bisa digantikan dengan sholat dzuhur.

Contoh Khutbah JumatSholat jumat sendiri diwajibkan bagi kaum Muslim yang pahalanya sangat besar jika mengerjakannya,namun ada beberapa pengecualian bagi mereka yang tidak wajib mengerjakan sholat Jumat,yakni,perempuan,anak kecil,hamba sahaya,dan orang yang sedang sakit.

Sholat Jumat juga diwajibakan bagi setiap muslim oleh Allah SWT,di dalam Alquran difirmankan oleh allah SWT untuk mengerjakan sholat Jumat :

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui." (QS 62: 9)

Adapun di dalam sholat Jumat biasanya di isi dengan terlebih dahulu melakukan Khutbah Jumat,khutbah jumat diisi oleh para Ulama yang mempunyai ilmu agama lebih luas untuk memberikan wawasan dan ilmu tentang ajaran agama islam kepada para Jamaah yang hadir.

Nah di dalam Khotbah tersebut biasanya diisi ceramah keagamaan yang ada di dalam ajaran Islam,buat sobat sekalin yang sedang mencari Contoh Khutbah Jumat ,berikut dibawah ini Berita Indonesia bagikan sebuah contohnya,bagi yang mau melihat contohnya silahkan tinjau dibawah ini :

Ciri-ciri Orang yang Bertakwa

Salah satu perintah Allah swt yang banyak disebutkan dalam al-Qur’an dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. adalah agar kita, orang-orang mukmin, berusaha mencapai tingkat/derajat taqwa. Taqwa kepada Allah swt. begitu penting, karena dengan taqwa ini, seseorang mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt. Taqwa adalah buah dari pohon ibadah.

Ia merupakan tujuan utama dari setiap perintah ibadah kepada Allah swt. Perintah berpuasa misalnya bertujuan untuk meningkatkan derajat ketakwaan bagi orang-orang beriman. Taqwa yang sesungguhnya hanya diperoleh dengan cara berupaya secara maksimal melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangannya. Ketaatan ini adalah ketaatan yang tulus, tidak dicampuri oleh riya atau pamrih.

Banyak sekali ayat-ayat Allah maupun hadis Nabi saw. yang menekankan perintah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Di antarnya adalah firman Allah swt. :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. QS. Ali Imran 3:102.

Firman Allah tentang kedudukan orang-orang yang bertaqwa:

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan”. QS. An-Naba’ 78:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”. QS. Ath-Thalaq 65: 2-3.

Taqwa kepada Allah artinya mempunyai kesadaran akan kehadiran-Nya. Allah selalu dekat dan menyertai kita, selalu mengawasi setiap perbuatan kita sehingga menimbulkan kesadaran agar kita senantiasa berhati-hati, jangan sampai menyimpang dari tuntunan, ajaran, dan ketentuan-ketentuan Allah swt. dalam kehidupan keseharian kita.

Hal tersebut akan mendatangkan ketentraman dan ketenangan hati serta kesejahteraan dan keselamatan baik dalam kehidupan di dunia yang sebentar ini, maupun dalam kehidupan di akhirat yang langgeng kelak.

Apakah kita sudah berhasil mencapai tingkat taqwa tersebut? Hanya Allah swt. dan kita masing-masinglah yang mengetahuinya dengan tepat.

Salah satu ayat al-Qur’an yang membicarakan taqwa adalah surah al-A’raf ayat 26 sebagai berikut:

يابنى آدم قد أنزلنا عليكم لباسا يوارى سوءاتكم وريشا ولباس التقوى ذلك خير ذلك من ءايات الله لعلهم يذكرون

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa Ia telah menyediakan dua macam pakaian bagi manusia:
Pertama, pakaian lahir yang mempunyai 2 (dua) fungsi pokok, yaitu untuk menutupi aurat atau melindungi fisik orang dari bahaya yang datang dari luar dan (fungsi kedua) sebagai hiasan.

Para ulama menjelaskan bahwa pakaian lahir yang disebut dalam ayat itu, di samping pakaian yang kita kenakan sehari-hari, berarti pula semua kenikmatan duniawi yang dianugrahkan Tuhan kepada kita yang memang kita butuhkan dalam hidup ini. Misalnya kesehatan badan, penguasaan ilmu pengetahuan yang luas dan dalam, perolehan rezeki/harta yang cukup, dan kekuasaan duniawi. Itu semua adalah perkara lahir yang dibuthkan manusia dalam hidupnya di dunia ini.

Kedua, pakaian batin, atau dalam ayat di atas disebut “pakaian taqwa”. Pakaian taqwa ini –menurut ayat di atas- ternyata lebih baik dan lebih pentng ketimbang pakaian lahir. Ini karena pakaian taqwa akan memperindah ruhani, hati dan jiwa manusia.

Pakaian taqwa akan menentukan apakah pakaian lahir tadi bermanfaat atau tidak. Banyak orang berpakaian lahir, tapai tidak berpakaian taqwa, maka pakaian lahir tadi tidak memberikan manfaat apa-apa untuknya di dunia maupun di akhirat.

Al-Hasan al-Bashri, ulama besar yang hidup pada akhir abad VII M, dalam telaahnya tentang pengertian taqwa yang terkandung dalam surah al-A’raf ayat 26 di atas, mengungkapkan ciri-ciri orang yag bertaqwa kepada swt., sebagai berikut:
  • Teguh dalam keyakinan dan bijaksana dalam pelaksanaannya;
  • Tampak wibawanya karena seuma aktivitas hidupnya dilandasi kebenaran dan kejujuran;
  • Menonjol rasa puasnya dalam perolehan rezeki sesuai dengan usaha dan kemampuannya;
  • Senantiasa bersih dan berhias walaupun miskin;
  • selalu cermat dalam perencanaan dan bergaya hidup sederhana walaupun kaya;
  • Murah hati dan murah tangan
  • Tidak menghabiskan waktu dalam perbuatan yang tidak bermanfaat;
  • Tidak berkeliaran dengan membawa fitnah
  • Disiplin dalam tugasnya;
  • Tinggi dedikasinya;
  • Terpelihara identitas muslimnya (setiap perbuatannya berorientasi kepada terciptanya kemaslahatan/kemanfaatan masyarakat);
  • Tidak pernah menuntut yang bukan haknya serta tidak menahan hak orang lain;
  • Kalau ditegur orang segera intropeksi. Kalau ternyata teguran tersebut benar maka dia menyesal dan mohon ampun kepada Allah swt. serta minta maaf kepada orang yang tertimpa oleh kesalahannya itu;
  • Kalau dimaki orang dia tersenyum simpul sambil mengucapkan: “Kalau makian anda benar saya bermohon semoga Allah swt mengampuniku. Kalau teguran anda ternyata salah, saya bermohon agar Allah mengampunimu.
Kalau kita mempunya ciri-ciri seperti di atas, berarti kita pantas merasa telah mencapai tingkat ketaqwaan kepada Allah swt. dan tentu harus kita pelihara serta tingkatkan terus menerus. Pakaian taqwa dengan ciri-ciri seperti di atas yang telah kita perjuangkan; menenunnya/merajutnya dengan susah payah sepanjah hidup kita ini janganlah dirusak lagi. Semoga Allah swt. menuntun kita masing-masing untuk mencapai tingkat taqwallah seperti di atas.

Diatas merupakan salah satu Contoh Khutbah Jumat yang singkat,namun sepertinya jika hanya satu saja mungkin masih terasa kurang buat sobat,jika masih merasa kurang kami tidak bisa menyediakan lagi di artikel ini,karena terlalu panjang,untuk menghemat ruang maka berbagai Contoh Khutbah Jumat lainnya bisa di dapatkan dengan mendownload filenya yang berupa ebook,terdapat berbagai macam koleksi khutbah Jumat yang bisa sobat dapatkan.

Download Contoh Khutbah Jumat Disini 

Ket: 

Untuk mendownload klik bagian skip ad pada pojok atas kanan. 
Anda terlebih dahulu harus Login ke 4 shared untuk mendownload filenya,jika belum punya akun  silahkan registerterlebih dahulu

selain Contoh Khutbah Jumat beberapa waktu lalu juga ada artikel tentang Contoh Dakwah Islam,semoga bermanfaat :)  


Category Article